Novel ini mengisahkan kisah cinta antara Miftahul Abrar, yang tumbuh dalam tradisi Islam modern, dan Nurul Fauzia, anak seorang tokoh Islam tradisional. Perbedaan cara beribadah dan waktu hari raya menjadi tantangan dalam hubungan mereka, membawa mereka pada pilihan antara cinta dan perbedaan yang memisahkan.