Text
Jalan Tak Ada Ujung
Novel ini mengambil latar waktu pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) di Jakarta, ketika kota dikelilingi ketegangan antara pemuda pejuang kemerdekaan, sisa pasukan Jepang, dan kedatangan pasukan Sekutu atau Belanda. Tokoh-tokoh utama antara lain Guru Isa, seorang guru yang lembut hati namun hidup dalam ketakutan; Hazil, pemusik penuh semangat; serta Fatimah istri Guru Isa yang merindukan kasih. Konflik antara semangat perjuangan, cinta, ketakutan, kekerasan dan kemanusiaan menjadi pusat cerita.
Tidak tersedia versi lain